Tentang BKmedia

BKmedia merupakan berita online berbasis layanan Bimbingan dan Konseling yang menyajikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam mencapai tugas perkembangan.

STOP TAWURAN!! NO MORE VIOLANCE!!

"Dengan pewarisan sense of identity, seorang siswa baru akan menjadi siswa yang utuh dari sekolah itu apabila mereka menyerang murid sekolah lainnya." ungkap Devie Rahmawati, seorang pengamat sosial dari Universitas Indonesia.

Wanita Sejuta Dollar dan Sejuta Mimpi

“Dia uda dapat duit satu juta dolar pas umur dua puluh-an”, sahut sahabat saya.

Nick Vujicic, sosok nyata dari kesungguhan niat dan usaha

Pada masa kecilnya sering diintimidasi teman-teman sekolah. Pada usia delapan tahun, mulai memikirkan bunuh diri, bahkan pada usia sepuluh tahun dia mencoba untuk menenggelamkan dirinya di bak mandi. Nicholas James Vujicic.

Jadikan Hobi Sebagai Peluang Bisnis

Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dapat menghasilkan uang..

Tampilkan postingan dengan label #InformasiAkademik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #InformasiAkademik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 November 2014

STOP TAWURAN!! NO MORE VIOLANCE!!

"Dengan pewarisan sense of identity, seorang siswa baru akan menjadi siswa yang utuh dari sekolah itu apabila mereka menyerang murid sekolah lainnya." ungkap Devie Rahmawati, seorang pengamat sosial dari Universitas Indonesia. 

Tawuran seringkali dijadikan sebagai ikon keperkasaan dan kejantanan seorang pelajar. Kalo engga tawuran, malah dijadikan bahan olok-olokan oleh teman-teman sesama pelajar. "Ah cemen", "Engga laki", atau "Banci" bisa menjadi kata-kata penghias ejekan bagi mereka pelajar yang tidak pernah ikut tawuran. Mungkin kamu engga tahu seperti apa dan bagaimana itu tawuran pelajar, supaya lebih paham mari kita selidiki #faktaWURAN berikut ini:


Nah, buat kamu yang merasa pernah melakukan salah satu perilaku yang ada di atas, lebih baik segera bertobat, karena kamu sudah dekat dengan perilaku kekerasan atau tawuran pelajar. Jika dipahami dan dikaji, pelajar-pelajar yang melakukan Tawuran tidak lebih dari segerombolan orang yang membawa benda-benda tajam & berbahaya, yang melakukan tindak kekerasan dengan alasan sepele dan mengakibatkan luka atau kehilangan nyawa, serta berujung pada ranah hukum atau polisi.

Jadi sebenarnya, memang tidak ada alasan yang jelas dan pasti mengapa pelajar melakukan tindak kekerasan atau tawuran. Sedangkan akibat dan konsekuensinya sangatlah beresiko tinggi, mulai dari luka secara fisik, mencoreng nama diri sendiri dan keluarga, dihukum oleh sekolah, bahkan bisa menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Bayangkan! Tentunya kamu tidak ingin, melihat orang tua kamu bersedih dan meneteskan air mata karena ditinggal pergi oleh anak kesayangannya gara-gara menjadi korban Tawuran Pelajar. 

Besar harapan orang tua untuk melihat anak-anaknya tumbuh besar dan sukses di hari esok kelak. Tidaklah lebih dari sekedar menjadi anak yang baik dan patuh, orang tua akan merasa senang dan bangga melihat anak kesayanganya dapat lulus dari bangku sekolah dengan prestasi yang baik positif. Banyak hal lain yang lebih penting dan bermanfaat dibandingkan dengan melakukan tawuran pelajar. Seperti:

Mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakat








Berdiskusi mengenai materi-materi pelajaran












Mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menghasilkan prestasi

Ingat guys!! Masih banyak hal yang dapat kamu lakukan dan manfaatkan dibandingkan tawuran pelajar. Lebih baik kamu kembangkan potensi dalam diri melalui berbagai kegiatan, seperti OSIS, ekstrakurikuler, atau komunitas, yang dapat memberikan manfaat pengetahuan dan pengalaman sebagai bekal kamu di masa depan nanti.

Ingat juga, "Sesuatu yang Besar berawal dari Sesuatu yang Kecil", sebelum kamu melakukan hal-hal yang besar tadi, kamu dapat memulainya dari melakukan hal-hal kecil di sekolah seperti: menaati peraturan-peraturan yang berlaku, datang tepat pada waktunya, tidak menyontek, membuang sampah pada tempatnya, mengenakan atribut sekolah dengan lengkap dan rapi, memperhatikan guru serta belajar untuk menghadapi ujian. 

Sehingga orang tua kamu tidak lagi bersedih dan dapat berbangga hati melihat harapan dan cita-citanya dapat terwujudkan oleh perilaku dan prestasi anak kesayangannya. Tawuran bukanlah untuk dilestarikan, namun lebih baik wujudkan kondisi pembelajaran yang berprestasi dan membanggakan #BKmedia




Source: http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/11/1030564/Bagi.Pelajar.Tawuran.adalah.Simbol.Kebanggaan

Kamis, 13 November 2014

Tips Percaya Diri Berbicara di Depan Kelas

Confidence, is something you create within yourself by believing in who you are.

Pernah merasa gugup atau tidak percaya diri ketika berada di depan kelas? Merasa malu, tubuh gemetar, atau pikiran tiba-tiba ngeblank? Mungkin siapa saja bisa mengalami hal serupa.

Biasanya situasi yang membuat kamu harus berada pada posisi tersebut, adalah ketika kamu harus mengisi jawaban yang ada di papan tulis, menjelaskan materi yang dipinta oleh guru, atau saat kamu dimarahi karena melakukan kesalahan. Nah, supaya kamu tidak lagi merasa takut dan bisa menjadi lebih percaya diri untuk berada di depan kelas, cobalah beberapa tips berikut ini.

1. Cari Tahu Mengapa Kamu Gugup
Pertama identifikasi alasan gugup di depan mereka. Itu terjadi karena pikiran negatif seperti, "Aku akan melakukan kesalahan di depan guru dan teman-teman". Pikirkanlah sesuatu yang lebih positif seperti, "Aku sangat siap, terlihat sangat pinta dan menarik perhatian mereka saat Aku berbicara.". Cara ini benar-benar efektif.

2. Persiapan
Sangat mudah menjadi gugup ketika mempersiapkan presentasi beberapa jam sebelumnya, bukan saat bebebrapa hari sebelumnya. Mulailah mempersiapkan diri jauh dari hari sebelumnya.

3. Berbicara dengan Seseorang
Berbicaralah dengan teman dekat atau orang dewasa yang kamu percaya. Tanyakan kepada mereka bagaimana bertindak bijaksana. Mereka bisa menonton saat kamu berlatih. 

4. Berlatih dan Berlatih
Lakukan latihan beberapa kali di depan cermin dan coret bagian yang tidak perlu. Tambahkan informasi atau catatan lainnya agar penampilan kamu terlihat lebih matang.

5. Buatlah Simulasi
Simulasi presentasi bisa kamu lakukan dengan teman-teman kamu. Setidaknya minimal lakukanlah dengan empat orang temanmu. Dengan begitu, kamu merasa banyak aorang yang memperhaitkan seperti saat akan presentasi di depan kelas dan bisa mengatur rasa gugup di depan banyak orang.

6. Tetap Tenang
Sebelum dan saat hari presentasi tetaplah tenang dan berpikir positif. Ingat bahwa kamu sudah berlatih dengan giat sebelumnya, dan kamu siap untuk menghadapi presentasi tersebut.

7. Lakukan yang Terbaik dan Nikmati
Terlalu melihat catatan saat kamu presentasi tidaklah baik, sebelumnya kamu telah berlatih dengan keras memastikan bahwa presentasimu benar. Hal tersebut hanya akan membuat kamu menjadi ragu dan semakin bingung. Teman kelas kamu akan memberikan apresiasi jika kamu tidak sering melihat catatan yang ada di tangan kamu.

8. Tidak Perlu Memikirkan Kesalahan-kesalahanmu
Selamat! Karena kamu memiliki keberanian berdiri di depan teman-teman dan guru kamu. Tidak perlu berpikir yang berlebihan tentang kesalahan saat presentasi. Jadikanlah presentasi yang telah kamu lakukan sebagai pelajaran untuk presentasi berikutnya. #BKmedia


Source: http://www.menginspirasi.com/2014/01/tips-percaya-diri-berbicara-di-depan.html

Selasa, 11 November 2014

Menyontek itu Menular

Kejujuran intelektual adalah harta terpendam di bidang Pendidikan.

Menyontek atau cheating adalah sebuah perilaku yang sudah menjadi kebiasaan dan dianggap lumrah. Kebiasaan ini bisa saja terjadi di berbagai kalangan, dari anak kecil, remaja, hingga orang dewasa. Menyontek memiliki arti meniru pekerjaan orang lain, atau mudahnya bisa diartikan sebagai tindakan penipuan, pembohongan, atau kecurangan.

Semua orang tahu, menyontek adalah perbuatan yang curang dan melanggar aturan. Baik ketika mengerjakan tugas sekolah atau rumah, bahkan ketika ujian sekolah dan ujian nasional. Apakah kamu masih merasa bangga, jika mendapatkan nilai yang bagus tapi hasil dari menyontek? 

Jika kamu senang dengan hasil tersebut, maka sesungguhnya kamu telah membodohi dan menipu diri kamu sendiri. Kamu tidak akan pernah tahu sejauh mana tingkat kemampuan kamu. Berada pada angka delapan kah? tujuh kah? enam kah? atau mungkin bisa saja sepuluh.

Oleh karena itu, jangan sampai kamu mau dibodohi oleh perilakumu sendiri. Siapa tahu dengan tidak menyontek nilai kamu bisa mencapai angka sembilan, tapi karena kamu menyontek dan lebih mempercayai hasil jawaban orang lain, bisa jadi nilai kamu jadi dibawah sembilan, rugi kan. Nah, supaya kamu bisa terhindar dari kerugian-kerugian lainnya dari menyontek, coba kamu pahami beberapa hal yang wajib kamu ketahui dari perilaku menyontek.

Bersifat Manipulatif dan Tidak Jujur
Menyontek merupakan salah satu tindakan yang menaipulasi orang lain bahkan diri sendiri. Misalnya saat kamu melakukan ujian. Pada dasarnya ujian hanyalah bagian kecil yang harus kamu lalui. Ujian hanya dijadikan sebagai media untuk mengukur kemampuan yang ada pada diri kamu. Melalui ujian, kamu akan mengetahui hasil dari kegiatan belajar. Pada hal kecil ini saja kamu memilih untuk menipu diri sendiri. Lalu, bagaimana dengan kegiatan besar lainnya, misalnya ujian seleksi untuk mendapatkan pekerjaan?

Saat ujian kamu pasti mendapatkan hasil akhir dan hasil akhir tersebut merupakan cerminan sebenarnya dari kemampuan yang kamu miliki. Jika kamu menyontek, maka bayangan yang sesunggnya tidak akan terlhiat. Kamu tidak akan mengetahui sejauh mana kemampuan atau potensi yang ada di dalam diri kamu. Menyontek juga membimbing kamu untuk berperilaku tidak jujur.

Tidak Percaya dengan Kemampuan Sendiri
Orang yang melakukan aksi menyontek biasanya tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Pada umumnya pelajar yang termasuk dalam kategori ini memiliki pikiran negatif pada diri sendiri, tapi mereka selalu menginginkan hasil yang sangat baik. Oleh karena itu, mereka leih memilih untuk melakukan aksi menyontek.

Satu hal yang perlu kamu ingat. Jawaban yang dimiliki teman belum tentu jawaban yang benar. Temanmu bukan guru yan mengetahui kebenaran atau memegang kunci jawaban soal ujian tersebut.

Menumbuhkan Sifat Melanggar atau Curang
Jika perilaku menyontek tidak segera dihentikan, maka kemungkinan besar kamu akan merasa bahwa melanggar peraturan menjadi hal yang wajar. Tentu saja hal ini memiliki dampak yang tidak baik, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dengan perkembangan bangsa ini jika masyarakat yang ada di dalamnya sudah tuidak bisa mengikuti peraturan atau norma yang berlaku.

Termasuk Perbuatan yang Menular
Bukan hanya penyakit yang dapat menular, tetapi kebiasaan menyontek pun dapat menular ke orang lain. Percaya tidak percaya, hal ini memang sering terjadi. Menyontek bisa menular dari satu orang ke orang lain. Apalagi bagi mereka yang sudah terbiasa mengerjakan soal-soal ujian secara bersama-sama. Kekompakan yang terjadi di kalangan pelajar menjadi salah satu penyebabnya. Mereka akan saling berkoordiansi sesaat sebelum ujian dimulai. Aksi ini mereka lakukan untuk mengantisipasi tindakan Pengawas yang menukar atau mengacak posisi tempat duduk.

Tidak jarang pelajar yang terbilang pandai pun pada akhirnya iktu bergabung dengan aksi tersebut. Tidak tahu alasan hingga mereka ikut dan memberikan jawaban kepada teman lainnya. Mungkin karena takut diancam, diejek, dikucilkan, atau bahkan hanya karena mereka merasa kasihan. Hanya Tuhan dan dirinyalah yang mengetahui alasannya. #BKmedia

Source: http://books.google.com/books?id=8TR2BAAAQBAJ&pg=PA66&lpg=PA66&dq=menyontek+itu+menular&source=bl&ots=BJCKLyqtDZ&sig=t7g9ljrzf5izaBG3ZOmb4fnM9fA&hl=en&sa=X&ei=SPhhVObLMoG9uATRwoHIAg&ved=0CB8Q6AEwAA